Tutup Tahun, 377 Gugatan Diterima PA Muara Tebo

Muara Tebo – Panitera Pengadilan Agama Muara Tebo, Izzami Thaufiq, mengatakan kesadaran hukum masyarakat di Muara Tebo terbilang cukup tinggi di Muara Tebo. Pasalnya, hingga 13 Desember ini sudah tercatat 377 perkara gugatan sudah diterima PA Muara Tebo.

“Hingga Rabu (13/12) kami mencatat ada 377 gugatan telah kami terima dan sebagian besar gugatan yang masuk tersebut merupakan gugatan perceraian dan untuk perkembangan kasus sebagian besar sudah diputus dan diterbitkan akta cerainya, selebihnya masih dalam tahap proses persidangan,” ujar penyandang gelar magister hukum ini kepada redaksi jurdilaga saat ditemui di ruang kerjanya.

Perkara yang yang diterima PA Muara Tebo sejak awal tahun hingga akhir tahun menurut bapak tiga anak ini terbilang cukup tinggi dan masih didominasi cerai gugat, talak, dan selebihnya perkara voluntair.

“Dari total 419 perkara yang diterima 377 perkara merupakan perkara gugatan sementara selebihnya merupakan perkara permohonan atau voluntair,” ujarnya lugas.

Jumlah perkara yang diterima PA Muara Tebo menurut pria yang pernah bertugas di PA Muara Bulian ini masih terbuka.

“Kemungkinan besar jumlah perkara yang kita terima akan bertambah walaupun tidak dalam jumlah yang banyak mengingat bulan desember kan tinggal menghitung hari saja,” imbuhnya. (umay/Jurdilaga PA Muara Tebo – PTA Jambi)
 

KEBAHAGIAAN SANG PENGGUGAT

Rabu (06/12/17)

Bahagia itu adalah disaat kita bisa bersama-sama, bahagia itu adalah saat kita bisa menghabiskan waktu bersama keluarga … bahagia itu adalah bla..bla.. itulah barangkali ungkapan yang sering disebut sebut ketika menggambarkan rasa sebuah kebahagiaan. Jadi apa sih sebenarnya bahagia itu? Apakah kebahagiaan itu when what you think, what you say and what you do are in harmony, ataukah jika kamu mengenal dirimu, maka kamu mengenal tuhanmu, atau kebahagiaan itu seperti yang digambarkan sebagian filosof sebagai sebuah bentuk kesenangan dan kenikmatan. Banyak definisi yang bisa ditarik untuk mengungkapkan sebuah kebahagian. Namun  yang jelas, ketika berkaitan dengan perasaan, bahagia itu adalah sebuah rasa yang dirasakan oleh seseorang dalam dirinya, berupa perasaan senang, perasaan lega dan perasaan tidak ada lagi beban hidup yang ditanggung. Inilah sepertinya ungkapan yang tepat untuk menyebut bagaimana bahagianya seorang Penggugat atau seorang Pemohon ketika proses persidangannya di Pengadilan Agama telah selesai diproses.

Dari beberapa kasus persidangan yang dilaksanakan, jika dihimpun, banyak ekspresi yang diungkapkan Penggugat atau Pemohon ketika gugatan yang diajukannya dikabukan oleh Majelis Hakim, ada yang tersenyum bahagia, ada yang menangis terharu, adapula yang biasa-biasa saja tanpa ekspresi. Lihat misalnya si Alya, seorang perempuan muda berusia sekitar 23 tahun, yang berumah tangga kurang lebih sudah 4 tahun dan telah dikaruniai seorang anak. Perempuan yang terkesan lusuh dan terlihat lebih tua dari umurnya ini, dari wajah terlihat begitu berat beban hidup yang ia jalani. Dalam persidangan setiap kali dinasihati untuk tetap bertahan dan berusaha mempertahan rumah tangga yang dibina, ia menanggapi dengan tegas dan menjawab saya mau cerai, sudah capek pak. Dan ketika gugatannya dikabulkan, berkali-kali ia mengungkapkan rasa syukur seraya mengangkat tangan tinggi-tingi, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, akhirnya selesai juga ya Allah.

Lain pula dengan si Zaid, seorang laki-laki separuh baya, rambut agak gondrong dan kulit hitam, setiap hari pergi kekebun untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa peduli kulitnya menghitam terbakar matahari. Zaid menyatakan rasa sedihnya dengan kelakuan sang istri yang tega-teganya pergi dengan laki-laki lain tanpa pernah berfikir tentang anak dan masa depannya. Berkali-kali Majelis menasihati agar Zaid  mengurungkan niatnya untuk bercerai, namun Zaid tetap dengan prinsipnya. Dan ketika permohonannya dikabulkan, si Zaid langsung sujud syukur, kemudian berdiri mengucapakan Alhamdulillah ya Allah.

Melihat ekspresi para pihak itu, terkadang Majelis bertanya, bagaimana perasaan anda saat ini? Ada yang menanggapi Alhamdulillah sudah lega pak, terasa beban selama ini telah lepas. Ada pula yang menanggapi senyum-senyum saja. Dalam kondisi dan perasaan lega yang dirasakan itu, sering pula diguyoni dengan pertanyaan, apakah sudah ada calon baru? Ada yang menanggapi ingin menenangkan diri dulu, namun rata-rata menaggapi insyaallah pak sambil senyum-senyum bahagia, bahkan adapula yang tanpa malu-malu meminta kepada majelis untuk mencarikan calon  istri barunya…masyaallah. Itulah makna bahagia bagi Penggugat atau Pemohon, mungkin selama ini hati mereka tercabik-cabik oleh kondisi kehidupan yang penuh dengan lika, liku dan luka, yang mereka sendiri sebenarnya tidak menginginkan kehidupan seperti itu. Maka berbahagialah kita yang senantiasa dalam rasa bahagia dan lindungan-Nya. Kebahagiaan adalah keabadian tanpa kesementaraan, kenikmatan tanpa kepayahan, kegembiraan tanpa kesedihan, kekayaan tanpa kefakiran, kesempurnaan tanpa kekurangan, dan kemulyaan tanpa kehinaan, demikian al-Ghazali mengungkapkan. (ADSA)

 
HAKIM DAN PEGAWAI
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
Pencarian

Fokus Badilag
Silahkan atur direktori cache supaya bisa ditulis.
Fokus PTA. Jambi
Silahkan atur direktori cache supaya bisa ditulis.
Pendapat Anda
Menurut anda, bagaimana tampilan website PA Muara Tebo?
 
Jadwal Shalat